Welcome Guest
Sunday
2017-12-17
8:45 PM

Beranda Respati Wikantiyoso

Site menu
Login form
Section categories
Arsip dan Kliping berita Koran [23]
Halaman ini berisi tentang beberapa cuplikan artikel yang ada di Koran yang berkaitan dengan steatmen dan wawancara dengan wartawan koran. Semoga bermanfaat



Your Visitors Number:


Sugar ticket oz

Since December 1st 2009

Search
8
Calendar
«  July 2010  »
SuMoTuWeThFrSa
    123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
Entries archive
Our poll
Rate my site
Total of answers: 35
Site friends
  • Create your own site
  • Statistics

    Total online: 1
    Guests: 1
    Users: 0
    Local Wisdom

    Create Your Badge


    BARU TERBIT


    BUKU BARU: LOCAL WISDOM
    Baca Kata Pengantar

    'City is not a Problem, City is Sollution'(Jaime Lerner)







    Web Badan Pengembangan dan Penaminan Mutu Unmer
    Main » 2010 » July » 30 » Karena Iklan, Karakteristik Kota Hilang
    11:49 AM
    Karena Iklan, Karakteristik Kota Hilang
    MALANG–  Maraknya papan reklame yang terpasang di Kota Malang memberikan sumbangsih negatif bagi wajah kota. Potensi visual kota yang menjadi penanda di setiap kota menjadi tertutup dan hilang karakteristiknya karena pemasangan reklame yang tidak tertata dengan baik. Menurut pakar tata kota Universitas Merdeka (Unmer) Malang, Prof Ir Respati Wikantiyoso MSA Phd,  dalam perencanaan kota ada penanda (signed) untuk membedakan dengan daerah lainnya. 
    Unsur penanda kota berupa elemen yang menonjol seperti bangunan, pemandangan atau tanaman. Unsur penanda ini, menurutnya sangat penting. Di Kota Malang ada bangunan-bangunan bersejarah seperti gereja di Kayutangan, gedung PLN dan lainnya. "Dengan banyaknya papan reklame yang terpasang elemen penanda itu menjadi tertutup. Kalah besar dengan papan reklame yang semakin marak terpasang di mana-mana,” kata Respati kemarin. Guru besar Unmer Malang itu mencontohkan kawasan Kayutangan. 
    Saat berjalan menuju ke Alun-alun dari arah Jalan Basuki Rahmad gedung bangunan sebagai elemen penanda kota, gereja Kayutangan sudah tidak terlihat lagi karena tertutup reklame besar. Sementara itu, LSM Pusat Telaah Informasi Regional (Patiro) mendesak Rencana Tata Ruang dan Wilayah (Ranperda RTRW) memuat tentang zonasi, ukuran dan faktor keamanan reklame. Menurut LSM ini, reklame yang menjamur ini dipandang tidak memenuhi standar keamanan serta mengabaikan aturan zona larangan reklame. 
    Ranperda RTRW yang kini sedang digodok dewan menurut Patiro belum memuat tentang tiga hal penting tentang pengaturan reklame. Zona reklame menurut Muhammad Fahaza, Manajer Program Patiro belum juga disinggung dalam Ranperda itu. Sedangkan peletakan papan reklame saat ini telah melanggar aturan yang telah disebutkan dalam perwakot. ”Dalam perwakot ada aturan kalau Alun-Alun Kota Malang itu adalah area publik dan bebas dari reklame. Tapi sekarang sering dipasang papan reklame ukuran besar. Papan itu biasanya dipasang di atas pos polisi atau pos Satpol PP itu,” ujar Fahaza.
    Selain itu, bando yang sering terpasang saat ini belum diketahui keamanan konstruksinya. Fahaza mengaku publik belum mengerti tentang konstruksi hingga ukuran bando yang terpasang di atas suatu konstruksi. ”Banyak bando tapi tidak ada ukuran jelas. Apakah papan bando itu, sama dengan papan yang dipasang di jembatan penyeberangan?. Konstruksi itu berpengaruh pada terjaminnya keselamatan warga di sekitarnya,” lanjutnya. 
    Sutiaji, Anggota Komisi C DPRD Kota Malang mengaku akan membicarakan tentang zonasi reklame. Namun jika terbentur dengan waktu maka nantinya zonasi harus diatur dalam perwakot. ”Sesuai amanat UU nomor 26 tahun 2007 setiap daerah kan diberi waktu 2 tahun untuk memiliki perda RTRW. Sampai sekarang ini masih banyak daerah yang belum punya, termasuk Provinsi Jawa Timur juga belum punya,” tegas dia. (aim/pit/mar)

    Baca berita aslinya dengan klik link dibawah:

    http://www.malang-post.com/index.php?option=com_content&view=category&layout=blog&id=46&Itemid=71
    Category: Arsip dan Kliping berita Koran | Views: 935 | Added by: rwickan | Rating: 0.0/0
    Total comments: 0
    Bagikan